Em… sebuah ungkapan yg kemudian sepakat kami sebut sebagai ‘Fatwa’ meluncur dari Kader IMM yg di POSKO PKO di jadi Driver, Otong. Anak IMM yg ngakunya masih 19 tahun ini mengungkapkan tanggapannya ketika kami, para relawan (merujuk cerita Mute ttg Relawan di Aceh dulu, mungkin sekarang sudah mulai ’sedikit’ berubah jadi Karyawan,..he.he..he…) berkeluh kesah dengan tidak adanya waktu bagi kami untuk berlibur, atau sekedar menyelesaikan masalah pribadi.
Ketika salah satu orang dari kami mengatakan " Tapi kan harus ngurus umat….!" . Otong yang sedang menjalankan fungsinya sebagai dirver kami langsung menyaut,.."Kamu Juga Umat mas…."
Spontan kami di mobil tertawa. Kami seakan tertohok dengan ungkapan itu, bahwa selama ini kami seperti ‘pahlawan kesiangan’ yang ’sok’ mengorbankan kepentingan pribadinya demi pengelolaan POSKO. Kami yang ‘Sok Idealis’ seperti tersadar bahwa kami selama ini sok " JAIM" di depan orang-orang bahwa kami adalah ‘Superman’ bagi korban Gempa.
Aku sebut ‘Sok’ diatas karena dalam kenyataannya kami dalam menjalankan tugas di POSKO selalu saja berkeluh kesah. Kami seperti selalu berlomba untuk mengatakan tentang ‘Daftar Pengorbanan’ yang kami lakukan masing-masing. Dan kemudian aku mulai takut dengan sebuah pertanyaan "Ikhlaskah……"
Yah…… sekarang sudah relevan hal itu ditanyakan kepada kami. Hal itu mulai relevan ketika kondisi sudah bukan sekedar gawat darurat. Bagi kami, sekarang jadi relawan bukan lagi ‘tidak ada pilihan lain’, namun adalah sebuah ‘pilihan sadar’ ( Walaupun kalau dianalisis secara fungsional dan berdasarkan kompetensi dan keterlibatan sebelumnya masih ada beberapa dari kami yg memang dalam posisi ‘tidak ada pilihan lain’).
Jadi… saat ini sudah saatnya mulai sadar bahwa sebagai umat, diri kita juga perlu diurus keperluan kita. Namun kalau memang memilih untuk tetap menjadi ‘pengurus umat’ ya tidak perlu bercerita banyak tentang ‘Daftar Pengorbanan’ kita. Karena lama-kelamaan akan memperlemah kinerja kita. Teman-teman sesama relawan akan menjadi tidak respek kepada kita kalao kita keseringan mengeluh, karena itu sama saja dengan melemparkan beban kita kepada kawan yang sebenarnya juga punya beban yang ( bisa jadi) tidak kalah beratnya.
Kalau memang memilih menjadi relawan dan melakukan sederet pengorbanan, walaupun berat ya harus dinikmati. Insya Allah , Allah lebih tau niat kita. Apa yang terjadi besok, mari kita fikirkan, rencanakan dan upayakan untuk sukses. Gagal atau berhasil bukan masalah, yang masalah adalah kalau kita tidak bisa belajar dari kegagalan kita atau kita tidak bisa mensyukuri keberhasilan kita. ( Ma’af bagi pembaca Blog ku….. akhir-akhir ini jadi sok bijak, karena memang lagi butuh ketemu orang bijak,.. karena gak ketemu ketemu ya… memaksa diri jadi sok bijak gini..he.he…).
————————————————————————————-
Pro Otong : Kamu Hebat Tong…..!
Pro Mas NH : Ayo Kuat-kuatan….ha..ha..!
Pro Atin : Gimana ? Balapan ‘memastikan’ pujaan kita…?
Pro Zaini: Jangan Komenar dulu Yah….!
Pro Ima : Em…. sabar Im,… jangan Mutung dari POSKO dulu, kasihan Lika & Mas NH
Pro Pak Budi dan Mb Amah : ( seandainya sempat baca..) Agustus ada hari libur kan ?
Pro Barori : Ayo…. kita bagi tugas.. dan berbagai hari libur….!
Pro Dody dan Wike : Eh… jaga nama baik Muhammadiyah ya…. , dan turunkan syarat ikut nontonnya….. Gak usah pake Jeans…Pake Celana Lapangan saja….
Pro anak-anak transport dan Medis : makasih dah ngajak ‘Kabur’ kemarin malam…
Pro anak-anak IMM BSKM : Sory kalu tidak bisa ikut pertemuan dg Mas Agus Purwanto….
Pro Meutia: Selamat menikmati jadi Nomadenwati…..Titip salam buat Loubna…