Archive for July, 2006

27
Jul

“Kamu Juga Umat Mas.!”

Em… sebuah ungkapan yg kemudian sepakat kami sebut sebagai ‘Fatwa’ meluncur dari Kader IMM yg di POSKO PKO di jadi Driver, Otong. Anak IMM yg ngakunya masih 19 tahun ini mengungkapkan tanggapannya ketika kami, para relawan (merujuk cerita  Mute ttg Relawan di Aceh dulu, mungkin sekarang sudah mulai ’sedikit’ berubah jadi Karyawan,..he.he..he…) berkeluh kesah dengan tidak adanya waktu bagi kami untuk berlibur, atau sekedar menyelesaikan masalah pribadi.

Ketika salah satu orang dari kami mengatakan " Tapi kan harus ngurus umat….!" . Otong yang sedang menjalankan fungsinya sebagai dirver kami langsung menyaut,.."Kamu Juga Umat mas…."

Spontan kami di mobil tertawa. Kami seakan tertohok dengan ungkapan itu, bahwa selama ini kami seperti ‘pahlawan kesiangan’ yang ’sok’ mengorbankan kepentingan pribadinya demi pengelolaan POSKO. Kami yang ‘Sok Idealis’ seperti tersadar bahwa kami selama ini sok " JAIM" di depan orang-orang bahwa kami adalah ‘Superman’ bagi korban Gempa.

Aku sebut ‘Sok’ diatas karena dalam kenyataannya kami dalam menjalankan tugas di POSKO selalu saja berkeluh kesah. Kami seperti selalu berlomba untuk mengatakan tentang ‘Daftar Pengorbanan’ yang kami lakukan masing-masing. Dan kemudian aku mulai takut dengan sebuah pertanyaan "Ikhlaskah……"

Yah…… sekarang sudah relevan hal itu ditanyakan kepada kami. Hal itu mulai relevan ketika kondisi sudah bukan sekedar gawat darurat. Bagi kami, sekarang jadi relawan bukan lagi ‘tidak ada pilihan lain’, namun adalah sebuah ‘pilihan sadar’ ( Walaupun kalau dianalisis secara fungsional dan berdasarkan kompetensi dan keterlibatan sebelumnya masih ada beberapa dari kami yg memang dalam posisi ‘tidak ada pilihan lain’).

Jadi… saat ini sudah saatnya mulai sadar bahwa sebagai umat, diri kita juga perlu diurus keperluan kita. Namun kalau memang memilih untuk tetap menjadi ‘pengurus umat’ ya tidak perlu bercerita banyak tentang ‘Daftar Pengorbanan’ kita. Karena lama-kelamaan akan memperlemah kinerja kita. Teman-teman sesama relawan akan menjadi tidak respek kepada kita kalao kita keseringan mengeluh, karena itu sama saja dengan melemparkan beban kita kepada kawan yang sebenarnya juga punya beban yang ( bisa jadi) tidak kalah beratnya.

Kalau memang memilih menjadi relawan dan melakukan sederet pengorbanan, walaupun berat ya harus dinikmati. Insya Allah , Allah lebih tau niat kita. Apa yang terjadi besok, mari kita fikirkan, rencanakan dan upayakan untuk sukses. Gagal atau berhasil bukan masalah, yang masalah adalah kalau kita tidak bisa belajar dari kegagalan kita atau kita tidak bisa mensyukuri keberhasilan kita. ( Ma’af bagi pembaca Blog ku….. akhir-akhir ini jadi sok bijak, karena memang lagi butuh ketemu orang bijak,.. karena gak ketemu ketemu ya… memaksa diri jadi sok bijak gini..he.he…).

————————————————————————————- 

Pro Otong : Kamu Hebat Tong…..!

Pro Mas NH : Ayo Kuat-kuatan….ha..ha..!

Pro Atin : Gimana ? Balapan ‘memastikan’ pujaan kita…?

Pro Zaini: Jangan Komenar dulu Yah….!

Pro Ima : Em…. sabar Im,… jangan Mutung dari POSKO dulu, kasihan Lika & Mas NH

Pro Pak Budi dan Mb Amah : ( seandainya sempat baca..) Agustus ada hari libur kan ?

Pro Barori : Ayo…. kita bagi tugas.. dan berbagai hari libur….!

Pro Dody dan Wike : Eh… jaga nama baik Muhammadiyah ya…. , dan turunkan syarat ikut nontonnya….. Gak usah pake Jeans…Pake Celana Lapangan saja….

Pro anak-anak transport dan Medis : makasih dah ngajak ‘Kabur’ kemarin malam…

Pro anak-anak IMM BSKM : Sory kalu  tidak bisa ikut pertemuan dg Mas Agus Purwanto….

Pro Meutia: Selamat menikmati jadi Nomadenwati…..Titip salam buat Loubna…

27
Jul

Toilet Kit..!

……………………………………………………………..

Cimg6384 Foto -foto : Mas Ajron

(Pro Ima dan Lika, ini bantuan kami malam ini…………………………………………………..)

24
Jul

Ketika Badan ‘Sedikit’ gemuk

Dscn0100 " Ha.. di POSKO kok tambah gemuk…?"

Meluncur begitu saja pernyataan itu dari seorang teman lama yang mampir di POSKO. Gak..tau, aku jadi sensitif banget. Tiba-tiba ake merasa temanku tadi nyindir aku yang dianggap ‘memanfaatkan’ bencana untuk kepentingan pribadi. ( Serius..hari-hari terakhir ini tiba-tiba jadi sensitif banget……gampang kesinggung..)

Namun memang wajar seandainya temanku menyatakan itu. Aku belum timbang, tapi secara logika memang ketika pindahan kos ke POSKO ini, keperluan logistikkua terjamin . AKu bisa makan 3 kali sehari, aku dapat jatah suplemen, dll dlll, dan sangat wajar karena teman lamaku itu adalah relawan mandiri yang dia dan teman-temannya mendirikan sendiri sebuah posko pendampingan anak di sebuah lokasi bencana.

RIbet memang, kalau aku kemudian memilih untuk tetap memakai pola makan biasa ( yg sesempatnya..) dan menolak suplemen, bisa-bisa tugasku yang ‘nyaris’ harus terjaga setiap saat ini gak bisa efektif. Bisa jadi tugas sampae september hanya bisa bertahan sampai pekan depan.

Yah… biarlah ‘Yg Ngasih bencana’ dan orang-orang yang faham bener denganku yg akan manilaiku. Bahkan prasangka burukku thd komentar teman tadi malah sejatinya adalah kebodohan sesaat saja. Siapa tahu komentar kawan tadi memang sebuah komentar yang tulus dan mensyukuri keberadaankau yang tetap sehat ( walaupun katanya selalu keliatan ‘lelah’). Dan syetan arogansi melintas di otakku dan membisikan di telingaku akan prasangka buruk tadi.

—————————————–

Pro deni, sory… serius.. kemarin rada sensitif. 

22
Jul

Malam Minggu Ke-9

Dscn0103

20
Jul

Mengajak Tuhan Berkoalisi untuk Keindahan

Img_0008 Selamat pagI Basyir…!

Selamat Pagi Ani…!

Selamat Pagi Luqman…!

Ini yg kuucapkan hari ini di POSKO ini setelah mandi, ganti baju. Setelah berefleksi  panjang beberapa hari ini, kesimpulan yang bisa ku dapat : Selesaikan Tugas sebelum tugas lain datang lagi. Selesaikan janji-janji sebelum ‘interupsi’ terjadi lagi. Selsaikan semua ‘hutang’ sebelum hutang itu numpuk. Gak ada gunanya bernegatif thingking dengan apapun dan siapapun. Maju terus… jangan berfikir negatif karena berfikir negatif itu lelah. Lelah banget.

Biarkan urusan yang tidak bisa dijangkau sekarang, Allah SWT yang urus. Allah SWT lebih tau kenapa urusan ini datang ke aku. Allah SWT lebih tau kenapa aku harus penya masalah, punya janji, punya teman, punya sejarah hidup dan juga punya ‘rasa’. Hidup tidak boleh habis untuk mengurusi prasangka-prasangka yang gak pasti. Cuekin semua isu negatif ttg apapun di kanan kiri kita. Do’akan kawan dekat yang ( gak tau kenapa) tiba-tiba seperti ‘gak enak’ denganku semoga baik-baik saja. Do’akan kawan jauh yang (gak tau kenapa juga) tiba tiba gak mau ngangkat telpon beberapa minggu belakangan ini semoga baik-baik saja.

Ma’afkan semua orang yang bersalah tanpa menunggu mereka minta ma’af. Tidak ada kawan yang akan berhianat tanpa alasan. Tidak ada kawan yang tiba-tiba jauh dari kamu karena tanpa alasan. Psoitif thingking saja,…. berdo’a saja masih ada waktu untuk klarifikasi.

Oke… Dan lanjutkan usaha untuk urusan apapun……karena masa depan dah menunggu ‘kepastian’ (Hik.. lagi..lagi…!)

——————————————————————-

Pagi ini memang indah, karena aku bisa mmebuatnya Indah……..Dan aku tidak akan marah kalau ada yang akan berusaha merusak keindahan hari ini. Karena Keindahan hari ini buatanku dan Tuhanku.

20
Jul

Bamboo…..!

Dsc00039_1Dsc00029Img_0014Img_0013   

18
Jul

Laki-Laki yang Menjanjikan Kepastian Sesungguhnya adalah Bohong

Dscn0067 Dia akan dengan begitu saja berbohong bila ada harga dirinya merasa terancam. Laki-laki akan dengan mudah menjawab pertanyaan yang bernada tantangan karena menolak tantangan bagi laki-laki adalah sebuah kepengecutan. Dengan demikian, sejatinya setiap laki-laki adalah mahluk yang lebih banyak melakukan klaim-klaim sefihak daripada berlandaskan kenyataan. Laki-laki selalu saja berusaha merekayasa kesan diri menjadi sosok mapan, sosok yang ‘penih kepastian’ dan sosok yang ‘menjanjikan’. Laki-laki ( mungkin) terlahir memang untuk itu. Hidupnya selallu terpenjara dengan kamuflase yang dia ciptakan sendiri. Kadang bahkan sebagian umurnya hanya habis untuk melakukan pembuktian atas janji-janji yang terucap karena sebuah tantangan. Laki-laki akan menjadi sosok yang tampak ‘pasti’, karena konon itulah yang selalu di tuntut lawan jenisnya, wanita. Laki-laki selalu berusaha keras untuk menjadikan dirinya sosok yang ‘pasti’ entah melalui kamuflase kata-kata, pakaian, kendaraan hingga status pekerjaan. Sehingga laki-laki sulit menjadikan dirinya sosok ‘nyata’karena di dalam dirinya yang ada adalah hasil rekayasa-rekayasa saja. Seorang laki laki memang selalu hidup dalam dilema akan kesempurnaan dan kesempatan. Seorang laki-laki akan sulit berkompromi dengan ketidaksempurnaan karena itu adalah bagian dari harga dirinya. Namun seorang laki-laki kadang juga harus berkompromi dengan ‘kesempatan’ , karena kesempatan memang tidak mengenal kata ‘kasempatan kedua’, apalagi kesempatan memasuki dunia wanita. Mahluk yang ‘konon’ mengagungkan kepastian.

—————

ditulis dalam ketidakpastian dan tidak tau apakah mungkin akan berkompromi dengan kepastian dan iri dengan laki-laki yg berani menjanjikan kepastian

18
Jul

Ke ciamis…?

Dscn0060Kesibukan POSKO Muhammadiyah  pusat hari ini berubah. Status operasional posko yang seharusnya sudah berakhir, katanya mau kembali lagi. Pagi ini kami di POSKO (bersama dengan warga dun ia lain tentunya) menerima berita adanya Gempa dan Tsunami di Pantai Selatan Jawa.

Relawan ( yg tersisa) di POSKO mulai berandai-andai. Ada yang ‘bercanda’ ( satir) tentang siapa yang akan dikirim ke sana. Tentang siapa ‘ perwira lapangan ‘ yang akan menjaid ‘komandan’ pasukan untuk melakukan evakuasi. Ada yang kemudian berseloroh bahwa saat inilah Muhammadiyah tidak bisa tidak harus memutuskan berdirinya lembaga baru semacam Muhammadiyah Relief Center.

Terlepas dari semua itu,… sepertinya ini memang fenomena yang cukup perlu dibutuhkan upaya untuk menyikapinya dengan baik. Kata kunci : Kompetensi, Kecepatan, Menejemen,Perangkat, Jaringan, Data, dan Biaya seakan menghantam sebuah organisasi Islam yang ‘konon’ paling modern di Indonesia ini ( dulu).

Dan,.. berbicara konteks Indonesia : Kita butuh lebih dari sekedar Kompetensi, Kecepatan, Menejemen, Perangkat, Jaringan, data dan Biaya. Namun juga Ke Arif-an. Bangsa ini sedang di uji, apakah harta termahal yang bernama ke-Arifan juga akan terjual, tergerus atau terkubur karena bencana ?

————————–

POSKO,ketika ‘masih’ tidak ada pilihan lain kecuali beramal dan menjaga ke ikhlasan.

17
Jul

Gak Tanggungf Jawab !

Dscn0041 Hingga hari ini sudah ada tujuh orang yang mengatakan bahwa aku adalah orang yang egois. Sudah ada tujuh orang yang mengatakan diriki orang yang tidak bertanggung jawab. Sudah ada tujuh orang yang mengatakannya dengan awalan ‘jujur’ saja rip bla bla bla……………………………………….

Oke..!

Mereka bilang aku egois karena aku membiarkan diriku untuk selalu difahami orang yang kusayangi. Mereka bilang aku hanya orang kerdil yang bermain-main dalan dunia ’sok ‘ dewasa yang hanya bisa mempolitisir sesuatu karena sesungguhnya dirinya tidak siap untuk apapun. Mereka bilang aku hanya sosok kerdil yang tidak berani bertanggungjawab lebih lanjut atas ‘perbuatannya’. Aku dihadapan mereka hanya sosok yang berani bicara, chating, nge-blog tentang ‘kebenaran’ di hadapan orang-orang  namun tidak berani mengatakan ‘kebenaran’ di hadapan ‘yang paling berhak mengetahui kebenaran itu’. Aku hanya ‘diri kecil’ dalam ‘ tubuh besar’ bahkan tua dan berjenggot. Intinya.. aku bahkan dikatakan sekedar ilusionis yang gak berani ketika harus menjawab pertanyaan ‘penonton tunggalnya’ : "….maksud loh…?"

Mereka bilang aku tidak siap untuk mendengar kata ‘tidak’. Mereka bilang aku tidak siap untuk menjawab kata tanya ‘ kapan..?’. Mereka bilang aku tidak siap utuk menjawab kata tanya " …selanjutnya..?" . Mereka bilang aku sama seperti ‘manusia-manusia mutant’ lain yang hanya bisa ‘tebar pesona’ (kalaupun pesona itu masih bisa direkayasa …..)

Mereka bilang aku hanya sosok rapuh yang selalu berlindung di belakang layar komputer. Mereka bilang aku hanya ‘maling’ yang selalu berusaha menyelinap di celah-celah ‘jalin cyber’ semata. Mereka bilang, aku hanya sosok yang membiarkan dirinya untuk menjadi sosok maya dan terus maya yang akan terus melelahkan dan akan terus melelahkan. Mereka bilang, aku hanyalah laki-laki yang selalu berlari dan berlari dan selalu berlindung di belakang ‘ide-ide’ sok idealis, isu-isu ’sok besar’,.. …’sok sibuk’….., ……..

Malam ini aku dimaki seorang kawan. Dia bilang aku tidak boleh membuat orang ‘lelah’ memahami abstraksi diriku terus menerus. Dia bilang bahwa wanita memiliki batas kesabaran untuk terus hidup dalam dunia post realitas, dunia ‘kesan’, dunia ’simbol’ yang benar-benar melelahkan.

Dia bilang "… hentikan permainan kekanak-kanakan kamu…! Hadapi kenyataan…! Katakan apapun yang kau rasakan ! Atau kamu akan dikutuk bahkan tidak saja oleh dunia nyata, bahkan dunia mayapun akan menjadikanku pria yang paling menyesal di dunia ini !"

" Lelah Rip……! "

————-

Makasih buat tujuh orang kawan yang berusaha membangunkan tidurku, menghadiahi palu-palu godam untuk memecahkan layar komputerku, dan mendorongku untuk merasakan sengatan setrum kabel-kabel yang bagaimanapun itu adalah:nyata !

11
Jul

Laki-laki baik dan laki-laki Play Boy

Dscn0007_1Menjadi laki-laki baik, itu pasti yang difikirkan seorang laki-laki. Sifat bawaan lahir, fitrah laki-laki, pasti itu. Bukankah setiap bayi ( laki-laki) itu terlahir dal am keadaan suci…? Bukankah setiap bayi ( laki-laki) itu terlahir dalam kondisi layaknya kertas putih, terserah mau ditulis apa oleh ‘keadaan’ , ‘ Orang tua’ , dan ‘dirinya’ ketika kehendak  telah menjadi miliknya.

Ketika kemudian ada spesies laki-laki baru, yaitu laki-laki Play Boy apakah itu sebuah fenomena ‘mutasi psikologis’ ?

Sebagai laki-laki aku akan membela kaumku. Para wanita seharusnya faham pernyataan di atas. Pada dasarnya tidak ada laki-laki jahat, yang ada laki-laki yg mengalami ‘mutasi psikologis’ karena berbagai faktor yang membuat kertas putihnya tidak ‘polos’ lagi.

Laki-laki bisa jadi play boy  karena banyak hal : karena ingin balas dendam terhadap wanita karena pernah dikecewakan oleh wanita, karena ingin membuktikan bahwa dirinya adalah sosok yang ‘laku’, lelaki yang bosen menjadi ‘pecundang’, lelaki yang bosan menjadi sosok ‘tertindas’ ( dalam hal apapun)…………………… dll

Intinya : lelaki yang memiliki Inferiority complex…

Laki-laki playboy adalah laki-laki yang butuh ditolong. Laki-laki play boy adalah laki-laki yang butuh pendampingan agar dirinya bisa menyadari bahwa masih ada pilihan lain selain menjadi play boy. Kalao sosok playboy sudah benar-benar hasil ‘mutasi psikologis’,  maka butuh sebuah ‘rekayasa’ untuk mentreatmentnya. Karena dirinya sudah bener-benar berubah menjadi ‘Mutant’ alias ‘Psikopat’. Tapi gak banyak kok yang begitu,… masih banyak yang sekedar livestyle saja.

Nah… itu laki-laki. Selalu saja, pada dasarnya laki-laki adalah baik, cuman ‘keadaan’ yang membuatnya terpaksa memilih ‘mutasinya’ sendiri. Bukankah setiap play boy selalu terjebak dalam sebuah perangkap yang dibuatnya sendiri.

Paly boy juga manusia, playboy juga punya hati,playboy juga butuh cinta……( Terlepas apakah Play Boy itu butuh istri apa tidak….)