Archive for September 8th, 2006

08
Sep

Feeling Positif

Pernah percaya sama Feeling….?
Yg jelas hari ini banyak kejadian aneh yang membutuhkan energi besar untuk berfikir. banyak hal menjadi abstrak dan terkadang menghawatirkan. Konsep Raja’ dan Khouf-ku diuji , benar-benar di uji.

Aku sedang memaksa logikaku untuk terus menerus berfikir menggabung-gabungkan data demi data, rasionalisasi demi rasionalisasi dan kadang masuk ke wilayah skeptisime. Kritis…. memang duniaku adalah dunia ambang batas. Yang terbiasa menahan teriakan kemenangan kalau berakhir dengan keberhasilan dan terbiasa untuk menjauhi tangis kalau ternyata berakhir dengan kegagalan.

Keimananku diuji,.. ambang batas sedang ku hadapi. Dan lucunya…. kok ya bersama-sama…

Ya udah. Gak ada pilihan lain kecuali Berfikir Positif, dan terus menggerakkan logika. Aku bukanlah sosok yang berhak mendapakan wahyu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanku saat ini. Aku hanya butuh ketenangan, kedekatan dengan Sang Pencipta Perasaan, dan lagi-lagi  berfikir positif, berfikir lebih cerdas, bergerak lebih cepat, bekerja lebih keras , lebih fokus dan ( ternyata ) ditambah harus lebih ikhlas.

Dan berupayalah, Cukuplah Allah, Orang-orang beriman, orangorang yang kita sayangi dan orang-orang yang mengerti diri kita yang akan melihat kesungguhan upaya kita. Sesungguhnya kemenangan telah dekat, kalau memang kirta yakin kemenangan itu telah dekat.

08
Sep

Dongkrak Orang-orang Baik

Sore ini perjalanan dari klaten kkembali ke jogja biasa saja. Mahendra nyetir dan aku biasa, sok jadi bos karena memang gak bisa nyetir. Satu hal yg luar biasa,.. aku gak tertidur….he…he..

Ketika mobil dan nyampe Jogonalan, persis di sebelah selatan pabrik Gula, pertigaan mau ke nDeles tiba-tiba mobil gak nyaman, di sebelah kanan terasa ada yg aneh , dan benar…..! " Ban.. Kempes…"

Orang Jogja nyebutnya Ke-Banan. Setelah coba periksa , ternyata di Mobil ini gak ada dongkrak dan alat-alat lain. Bahlan besi yang biasa untuk ‘nyogok’ pengait Ban Serep saja gak ada. Dan terpaksa, setelah mencopot rompi relawan kami, Mahendra menghubungi orang-orang di depot Gas untuk menolong kami.

Mereka orang-orang yang terlihat ‘kasar’. Artinya, mukanya hitam gak terawat, pakaiannya tampak jah dari serasi ( he..he. punay temen aku…) , dan terlihat gak sempat ngurus apapubn di dirinya. Kesimpulan : mereka pekerja kasar.

Namun hati mereka gak sekasar tampilan mereka. Mereka tergopogh gopoh membantu kami, mengeluarkan dongkrak mereka sampai dua dongkrak, dan langsung ‘tiarap terbalik’ di bawah mobil. Mereka memasang dongkrak dan melepas ban mobil. Aku dan Mahendra cuma bisa melihat sambil melinting celana kami yang sama-sama hitam ( kami se SMA beda Angkatan..jauh, ternyata punya kesamaan, seneng pakai hitam hitam..)

Bener, mereka baik. Mereka menunjukkan dimana tambal ban ( karena memang menyerah untuk melepas ban serep..), dan kemudian setelah mahendra memasukkkan ban bocor itu ke tambal ban, kami sejenak bercengkerama. Kami berkenalan, ada yg mengatakan orang Klaten asli dan ada yg menyatakan sebagai orang semarang yang merantau. ( Hebat.. mereka orang-orang survive…).

Dalam benak kami, pasti mereka tidak mungkin diberi imbalan. Namun kami sangat ingin memberi sesuatu pada mereka. ALhamdulillah Mahendra punya ide, dia yg bawa alat tes gula darah mengajak bapak-bapak itu tes gula darah. Mereka sangat antusias apalagi ketika mengetahui bahwa gula darah mereka 109 dan 104, normal.

Kemudian kami menemukan se krat susu di bawah jog. Kami yg hanya bawa duit cukup untuk membeli ban dalam baru ( ternyata harus diganti..) tertolong dengan dua trik Mahendra. Kami mengajak mereka minum susu… Ha..ha.. ternyata salah satu dari mereka menolak dan mengatakan " ..untuk anakku saja nanti di rumah mas…" ( Hebat….dia masih teringat anaknya.. ..)

Akhirnya kami bisa memasang roda mobil lagi dan kami berpamitan dengan mereka. Kami lambaikan tangan, dan ternyata mereka semua membalasnya termasuk bos mereka yg di dalam depot.

Sore ini dunia benar-benar indah kawan, sayang HP mu gak aktif.. atau entah kamu dimana…..? Semoga kamu juga berada di tengah orang-orang baik seperti mereka.