Benar….., Tidak mungkin seorang manusia menjadi Tuhan. Manusia tidak akan menjadi anak Tuhan. Manusia tidak akan menjadi bagian tubuh dari Tuhan. Namun..manusia berhak untuk mendekat pada Tuhan.
Ilahi penuh rahasia. Allah memiliki otoritas menentukan mana yang menjadi kenyataan dan mana yang hanya sebatas Impian. Allah memiliki maksud sendiri ketika seorang hamba yang sangat yakin akan sebuah keinginan tiba tiba berubah drastis karena ‘Invisible hand’ ( makasih Ramdan dah ngasih istilah ini). Upaya maksimal terhadap sebuah keinginan yang kemudian harus menghadapi kenyataan yang jauh dari harapan.
Tawakal… ( makasih Mas Ahmad, dah ngingetin istilah ini). Ini pilihan terakhir seorang hamba yang hanya memiliki senjata do’a dan usaha. Karena hamba tidak memiliki hak menentukan. Hamba hanya menunggu berapa persen akomodasi Allah terhadap do’a dan usaha yang kita lakukan.
Mengusahakan diri pada titik netral, ini yang kemudian penting. Kondisi yag menjepit dan membuat sesak dada kadang akan bener benar lega setelah kita mencari cara untuk benar benar bertawakal. Dan tidak setiap orang bisa merasakan tawakal. Pasrah dan berserah diri bersujud meminta Allah untuk merengkuhnya hingga diirnya hangat dalam selimut Ilahi. Berserah dan mencoba terus intim dengan Allah Sang Maha Pemurah dan Kasih untuk terus memeluknya dalam perjalanan sisa kehidupan.
Tawakal bukan berarti putus asa. Dan tawakal bukan berarti kesedihan. Tawakal bukan berarti ketidak berdayaan. Tawakal bukan berarti kebodohan. Tawakal bukan berarti ketidak mampuan untuk terus bergerak dan ‘mencari cara’. Tawakal adalah terus mendekat pada Allah SWT dan terus meminta petunjuk untuk ditenangkan hati, dimudahkan urusannya dan kemudian diberi keluasan pandangan untuk bergerak meneruskan hidup. Apapun yang kemudian terjadi.
Tawakal adalah ketika diri harus terus bersujud diantara rasa raja’ dan khouf akan ketetapan yang akan diterima di kemudian ’saat’ ( bukan sekedar hari). Tawakal adalah ketika diri menyerahkan jasad, jiwa, logika, indera, hati dan intuisi kepada Sang Pemilik itu semua. Tawakal adalah saat dimana ide tentang "Cinta Suci" benar benar menemui tempatnya mendekati Sang Pencipta Cinta. Tawakal berarti ketika diri yang egois menangis karena terlalu memikirkan diri sendiri. Tawakal adalah ketika diri yang Sok Tau menghiba minta ampunan telah banyak meninggalkan Sang Penentu dalam penentuan penentuan urusan. Tawakal adalah ketika diri tiba tiba menghapus rasa takut akan apapun, akan siapapun dan dimanapun. Tawakal adalah ketika diri tiba tiba menjadi sangat rindu dekapan-Nya. Dan tidak ada lagi yang berarti kecuali ‘mencari cara’ untuk mendekat kepada-Nya.
Tawakal berarti mema’afkan orang orang yang selama ini dianggap menjepit diri dan memintakan ma’af kepada-Nya kalau ternyata mereka telah berbuat salah sehingga menjepitnya. Tawakal berarti mengusahakan noktah noktah kebencian, buruk sangka, dendam, niat buruk dan kekecewaan dihapus bersih dan kemudian diisi dengan ayat ayat Cinta-Nya semata.
Tawakal berarti siap menyambut kesuksesan hidup untuk kemudian lebih berguna bagi manusia yang lain. Tawakal berarti siap mengambil keputusan demi keputusan dengan kebeningan hati dan kkuatan jiwa. Tawakal berarti menjadikan diri dewasa dan menganggap orang lain juga dewasa. Tawakal berarti terus mencari sinergi dan mencari yang terbaik dari yang baik. Tawakal berarti menjadikan diri dekat dengan "Yang membagi kebahagiaan dan kesedihan" tanpa harus takut untuk bersedih atau gagap untuk bahagia.
————————————————
Terimakasih buat "ungu’ dah nemeni malam tafakkurku …buat kawan kawanku, terimakasih buat barori yg mau menemani aku ngomong tentang ‘dunia cuci otak kita’, dari ‘kehujanan bareng’ hingga ‘hidup’ sampai pagi. Terimakasih mb Isti yang tiba tiba menjelang subuh ini memberiku ruang diskusi tentang ketegasan dan idealisme. Terimakasih Mas Dede yg tiba tiba mesenin Nasi Ayam Mc Donald jam 3 pagi. Terimaksih buat Imron, malam ini kamu bener bener ngajari aku ttg kejujuran dan kesatriaan…dan terimakasih Pak Budi yang pagi ini menjajariku ttg Kesetiakawanan, penghargaan dan kesederhanaan.
Manusia hidup adalah manusia yang punya tujuan hidup
Manusia pintar adalah manusia yang ngerti bagaimana buat ‘Peta Kehidupan
Manusia cerdas adalah manusia yang mampu mengendalikan diri kapan harus beraksi dan kapan ahrus menunggu
Manusia jujur adalah manusia yang bisa senang, sedih, cemburu,Ge Er dan Patah hati
Manusia berhasil adalah manusia yang mendapatkan hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan
Dan Manusia beruntung adalah manusia yang bisa ikhlas menerima
apapun bentuk hasil akhir dan tetap memandanginya sebagai sebuah
keindahan
——————–
Turut berduka dan semoga bisa bersabar untuk dua orang teman lama. Seorang teman lama yang ibunya barusan meninggal dan untuk seorang teman lama juga yang kakaknya baru kemarin meninggal