Tulisan in dari Blogg-ku di Blogspot. Ditulis sekitar agustus 2005. Sempat di re pubish di multiply juga. Karena lagi males nulis, tak re publish di blog ini juga.
——————————————————–
Pas SMA dulu ( SMU ding..) sempet ada goyonan dari seorang teman. Pilih mana
cewek pinter tapi jelek atau cewek bodo tapi cakep ? Waktu itu beragam tanggapan
dari anak-anak. Ada yang mengatakan lebih seneng cewek pinter walaupun jelek,
namun ada yang pilih cewek cakep walaupun bodo.
Alasan dari kubu pertama,
kata mereka cewek pinter tapi jelek itu lebih baik. Karena kalau bodo bisa
disekolahkan, tapi kalau jelek apa bisa dipermak…? Namun, dikubu lain juga tak
mau kalah dengan argumennya. Mereka bilang kalau cewek pinter itu pasti akan
mengeluarkan ‘charm’ keseksiannya. Walaupun mungkin secara obyektif jelek, namun
dia akan menjadi sosok yang menarik karena kepintarannya.
Kejadian di
atas menggambarkan adanya perbedaan prespektif cowok-cowok dalam memandang
sebuah realitas. Namun kejadian di atas menggambarkan bahwa sebenarnya Allah SWT
Maha Adil. Dengan kekurangan dan kelebihannya, seorang cewek ternyata memiliki
Fans sendiri-sendiri. Ternyata dalam dua kelompok cewek di atas tidak ada yang
dianggap memiliki variabel yang membuat dia ‘habis’ ( tentunya dalam konteks
perjodohan….). Tanpa menafikkan adanya argumen lain ketika seorang cowok memilih
cewek.
Mungkin secara kasar, para cowok yang memilih wajah cakep sebagai
kriteria utama menganut filsafat positifis. Dia menganggap bahwa yang utama
adalah yang nampak, walaupun dia tidak menafikkan kepintaran sebagai bagian dari
keseksian seorang cewek (dengan berniat menyekolahkan si Cewek bodo itu…).
Sedangkan para cowok pemilih kepintaran sebagai kriteria utama dia penganut
substansialis sejati. Dia percaya bahwa sesuatu yang intrinsik itu akan lebih
berarti dari pada yang nampak.
Terlepas dari perbedaan di atas, apakah
bener kepintaran seseorang itu bagian dari kriteria seorang cowok untuk memilih
pasangan. Em… mungkin inilah yang dianggap para kyai sebagai kriteria se-kufu.
Artinya, seorang cowok akan memilih pasangan yang nyambung dengan apa yang ada
didalam kepalanya. Yah ..mungkin tidak persis dan sama ( karena itu tidak
mungkin..kecuali ada keajaiban) namun paling tidak memiliki tingkat
‘keterasahan’ intelektual yang sama ( tentunya tidak melulu disimbolkan dengan
gelar akademik atau status profesional, walaupun kadang membantu
juga).
Nah… kemudian, apakah kepintaran seseorang akan menjamin
kedewasaan seseorang. (Apalah artinya punya pasangan childish..?). Yah memang
tidak menjamin seorang yang pintar akan otomatis menjadi seorang yang dewasa.
Seorang yang pintar akan otomatis akan menjadi sosok yang solutif, kreatif,
inovatif dan memiliki kepekaan dalam relationship serta teamwork. ( Kok kayak
materi Up Grading BEM). Namun, paling tidak seseorang yang pintar adalah
seseorang yang telah membuka pintunya untuk sesuatu yang baru. Nah.. dengan
membukan pintu pengetahuan ( dalam artian tidak fanatik..jumud… dan
taklid….dalam bidang apapun).
Namun mungkinkah kepintaran seorang cewek akan
menarik seorang lelaki bodoh….? Ini mungkin cukup sulit menjawabnya. Namun dalam
logika biasa, mungkinkah seekor kumbang akan tertarik dengan madu yang berasal
dari planet lain….? Artinya tidak ada jawaban pasti karena kita hanya mengenal
kumbang dan madu yang ada di bumi saja. Namun,… sulit sepertinya seseorang
tertarik dengan sesuatu yang tidak difahaminya….(Bukan berarti para cowok dalam
kisah diatas adalah cowok-cowok bodoh). Namun ternyata rumus ini tidak berlaku
dalam kasus lain : Mungkinkah cowok jelek akan naksir dengan cewek cakep ?
Karena bisa dipastikan jawabannya adalah : iya. Karena sejelek-jeleknya wajah
seorang cowok pasti akan tertarik dengan seorang cewek yang cakep bahkan seorang
ratu kecantikan duniapun. Bahkan bila memiliki keberanian untuk mendapatkannya,
si cowok itu akan mendapatkannya dengan cara apapun.
Yang jelas…. Tulisan
ini tidak bermaksud menjustifikasi bahwa keburukan muka adalah kutukan tuhan dan
kebodohan otak adalah kecelakaan yang tidak terobati. Kata Rera, seorang temen
SMA ku dulu dia akan tertarik dengan seorang cewek yang pandai berdandan ( Entah
dimana orang ini sekarang….). Artinya , bisa jadi kejelekan seorang cewek adalah
karena kecerobohan dalam berdandan .. artinya memanagemen diri… gitu.(he..he…
bukan sales komsmetik loh…). Namun sayangnya sulit menyadarkan orang bodoh
dibanding menyadarkan orang jelek.
menyadari bahwa dirinya jelek hanya dengan mengajaknya bercermin dan
membandingkannya dengan Artika Sari Dewi, sedangkan orang bodoh hanya bisa
disadarkan akan kebodohannya dengan membuatnya berubah menjadi pintar walaupun
tanpa harus dibandingkan dengan Einstein.
Nah…kalo akau
Sih ikut temenku Mr.Z.R. ( he..he… ada dua temenku yang berinisial ini
ternyata..), penggennya dapet yang ideal..: Alim, Pinter, cakep, kaya, matang,
keluarga baik-baik dan kalau bisa seorang….. . ( kriteria terakhir nggak tak
sebutkan deh…. Entar ketebak orangnya).
Namun bukankah tidak semua
kebahagiaan di dunia ini harus dimiliki semua.
( he..he. sok bijak
yah….!)
NB: Ini bukannya menafikkan kriteria
Dien lah. Kata Ust. Yunahar Ilyas, tidak perlu sok-sokan untuk menayakan agama
seseorang yang mau dinikahi sebagai pertanyaan pertama . Karena bila itu
ditanyakan sebagai pertanyaan pertama, maka tidak boleh lagi menanyakan
kriteria-kriteria lain yang didalam sunah rosul boleh semisal kecantikannya,
keluarganya atau kekayaannya.