Archive for September, 2007

26
Sep

34 Kali Kenapa ?

Kadang kita jengkel
dan mangkel ketika kita bertemu dengan sosok manusia yang bagi kita dianggap
aneh karakternya. Dia tiba tiba ‘seperti’ tanpa etika ‘menganggu’ kenyamanan
kita. Dia datang begitu saja dan kemudian dengan seenank enaknya masuk ke ‘ruang
pribadi’ kita.

Kita kadang pengen
mengatakan ‘ sok akrab nih orang’, yang kemudian membuat kita seakan tersudut
dalam sebuah pojokan dimana kita mau melarikan diri sajadari orang yang tiba
tiba ’mengerikan’ ini. 

Apalagi ketika
orang itu dengan ‘tanpa perasaan’ langsung masuk ke kehidupan kita dna kita
seakan tidak bisa menghapus bayangan dia dari mata kita. Tidur, makan, mandi
dan apapun akhtifitas kita dia terus ada dan terus mengganggu. Kita mangkel,
marah dan sering mengumpat “ Gak Sopan…!” 

Tapi, kemudian kita bingung untuk mendefiniskan apa yang terjadi. Kenapa ’orang
kurang ajar’ itu menjadi penting dalam
hidup kita. Kenapa kita terus pengen membalas sms sms yang dia kirim, walaupun
semua itu jelas gombal. Kenapa kita terus melayani email email orang itu yang
jelas itu email email gak realistis…. mimpi.. dan naif…. Kenapa kemudian
kita mesti menjawab telpon manusia ’gak sopan’ itu walaupun ditengah malam. Bahkan……!
Kalau dia miss call, reflek kita akan langsung balik menelpon orang itu……..

—————————————-

Catatan : Ini curhat seorang cewek.
Dalam pikiranku, kalau dia saja pusing apalagi aku yang disuruh mencari jawaban
Kenapa –kenapa yang banyak itu……..ha..ha…

26
Sep

Memang Susah Buat Wanita Bahagia

jika dikatakan cantik dikira menggoda ,
jika dibilang jelek di sangka menghina.
Bila dibilang lemah dia protes,
bila dibilang perkasa dia nangis.

Jika di dekati dia pergi……..

(jadi GR)
dicuekin dia yang cari cari…..
Maunya emansipasi…………….

tapi disuruh benerin genteng? nolak…….

(sambil ngomel,mosok di samakan ma cowok )

Maunya emansipasi………..

tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut……
(sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya,
tapi kenapa ya ….. lebih bangga jadi wanita karir, padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah..
bila di ajari mukanya merah,
bila di sanjung mukanya merah
jika marah mukanya merah,kok sama
semua ? bingung !!

Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam;
ditanya tidak atau ya, jawabnya diam;
ditanya ya atau ya, jawabnya :diam,
ditanya tidak atau tidak, jawabnya ; diam,
ketika didiamkan malah marah
(repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).

Di bilang ceriwis marah,
dibilang berisik ngambek,
dibilang banyak mulut tersinggung,

tapi kalau dibilang S u p e l
wadow seneng banget..padahal sama saja maksudnya.

Dibilang gemuk engga senang
padahal maksud kita sehat gitu lho
dibilang kurus malah senang
padahal maksud kita “kenapa elho jadi begini !!!”

Itulah WANITA makin kita bingung makin senang DIA !

http://iing07.wordpress.com/2007/09/

14
Sep

“Ma….kan kalau orang puasa mesti sabar ya Mah..?”

Iklan edisi ramadhan dari Gudang Garam.Tbk  menurutku iklan paling cerdas untuk Ramadhan
1428 H kali ini. Menurutku iklan ini “ Indonesia Banget” dimana digambarkan ada
seorang ibu muda dan seorang anaknya yang bertanya terus tentang masakan.

Hebat nge directnya, anak kecilnya bisa mengekspresikan ‘mupeng’
ke makanan dengan cukup sempurna. Ibu yang sepanjang iklan tidak berkata apa
apa itupun ekspresinya cukup keren. Iklan ramadhan yang

Indonesia

banget ini terasa menyentuh dan gak tau, seperti sebuah dejavu dengan masa
kecilku yang selalu saja mengganggu ibuku yang memasak baik untuk menyiapkan
hidangan Ramadhan, maupun menjelang Idul Fitri.

Ingat banget, dulu aku selalu ‘ngincar’ roti kacang yang hangus di oven. Pernah juga ‘kejebak’
makan coklat bubuk campuran kue yang aku gak tau kalau rasanya pahit (tak pikir semua coklat manis ha..ha..). Kadang
juga aku kena hukum dengan menumbuk kacang.

Tapi paling sering aku ngabur ke depan TV dan langsung ke
dapur ketika aroma roti dari oven kecium. Dan kadang bertanya “ Bu..kalau cuman
bau enaknya roti , batal gak bu…?” sambil mencecap air liurku he..he..

Dan kalau tiba tiba melakukan kesalahan seperti menyenggol
minyak goreng terus tumpah, atau nyenggol tepung (seperti di iklan Gudang Garam
itu), aku langsung kabur ke rumah “mbah Roko” (Kakek) yang rumah kami
bersebelahan.

 

07
Sep

Lebaran Berbeda..? Gak Masalah..

Biasa, setiap mau masuk Ramadhan dan Idul Fitri umat Islam berdebat
panjang. Orang Muhammadiyah kadang berbeda dengan orang NU karena
metode penentuan yang berbeda. Sedangkan orang orang diluar dua
organisasi itu menjadi jengkel, karena gara gara kedua organsasi itu di
Indonesia, Idul Fitri di Indonesia jadi ‘gak seru’, karena kadang
sekeluarga saja bisa berbeda. Yah… sebagai orang yang hidup dalam
komunitas Muhammadiyah aku coba membacanya dengan rasional.

Dalam
pemahaman saya, perbedaan yg terjadi ini karena umat Islam adalah
komunitas yang selalu belajar dan belajar. Sehingga karena proses
belajar itulah menghasilkan pemahaman yang berbeda beda, mungkin karena
beda referensi, beda konteks pemahaman sebuah dalil, dan sebagainya.
Kalau mau melihat sejarah penentuan Ramadhan versi Muhammadiyah juga
terus mengalami revisi dari masa ke masa. Coba bisa dilihat di HPT.
Jadi pemilihan metode Hisab lebih karena komitmen Muhammadiyah untuk
ber-Islam dengan Ilmu, mencari ilmu dan terus mengkoreksi diri. Dulu
sempat juga HPT memutuskan metode Ru’yah yang dianggap lebih mu’tabar.

Namun
saya kadang berfikir, mengapa akhir akhir ini kita mau saja
diintervensi orang orang di luar Islam yg mengejek bahwa kita umat
bodoh yang lebaran saja tidak bisa bareng. Menurut saya inilah
kelebihan umat Islam yang meminta pemeluknya untuk beragama dengan
menggunakan akal sekaligus mengakui relatifitas akal. Karena Islam
mengakui adanya variabel ‘akal’, ‘belajar’, dan ‘ilmu’ inilah yang
kemudian kita dalam berhari raya bisa memiliki varian yang bermacam
macam. Karena di Islam tidak ada institusi ‘kependetaan’ atau ‘otoritas
tahta suci’ layaknya Katolik misalnya.

Saya pernah berdebat
dengan mahasiswa asal Iraq, sudah tiga tahun yll yg kuliah di UGM, kata
dia inilah ‘kejahilan’ orang Islam Indonesia, yang tidak bisa Idul
Fitri bersama. Namun saya ngotot, bukanlah ini yang diminta Islam,
setiap orang pada dasarnya harus mencari cara untuk menjadikan dirinya
bukan sekedar awwam, apalagi taklid. Sehingga karena di Indonesia ummat
Islam memahami ‘perintah’ Islam itu, maka mereka memiliki ilmu dan
ketika ilmu diturunkan menjadi semacam sistem operasi dan kemudian
digunakan dalam ranah praksis akan menghasilkan hasil yang berbeda.
Dalam keyakinan saya, Allah akan mengampuni orang yang salah berijtihad
daripada orang yang taklid hanya menuruti emosi sosial untuk bersatu
dalam satu hari hari raya.

Kalau kita coba mendekati dengan
konsep pemahaman ttg ilmu, sebenarnya kita walaupun berbeda hari raya
namun tetap satu kok. Dalam ranah empiris kita berbeda. Dalam ranah
logis kita bisa berdebat sengit. Namun dalam ranah normatif sebenarnya
kita tetap satu, Al Qur’an dan Hadist yang menjadi rujukan kita sama.
Inilah yang menjengkelkan kadang, kita terjebak dalam ranah kebenaran
empiris atau malah sudah pragmatis yang kadang menjadi emosional.
Beragama itu masalah ‘benar ‘ dan ’salah’ dengan didekati melalui
‘belajar’ dan ‘berilmu’. Bukan sekedar ‘mengikuti kebiasaan’ dan
‘enaknya’. ( termasuk gak enak kalao idul fitrinya berbeda). Masalah
benar dan salah bisa berbeda layaknya hasil ijtihad yang memungkinkan
berbeda, ada pema’afan kalo salah.  Namun proses ‘belajar’ dan
‘berilmu’ adalah kewajiban dan tidak boleh ditinggal. 

Kayaknya
di buku kelompok kelompok ajaran Kyai Dahlan ada yg membahasnya secara
khusus ttg. beragama bukan dengan ‘biasanya’ atau’ enaknya’ atau
‘umumnya’. Bahkan sudah masuk ke wilayah konsep tauhid kayaknya…(
entar coba tak periksanya..).

Bayangkan..kalau seandinya Umat
Islam di Indonesia lebih memekankan persatuan normatif dengan
menyepakati rujukan ‘ultimate’ yang sama, ya itu Al Qur’an dan Sunnah,
terus membudayakan iklim pencarian ilmu dan dialog antar  ‘mahzab’ (
termasuk mahzab ru’yat dan hisab ), dialog antar kepentingan dalam
koridor saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, dan
memaklum implementasi konkrit yang berbeda, tentunya Islam di Indonesia
akan besar dan terus besar.

Jangan jangan Islam akan ‘buram’
cahayanya bukan karena serangan ‘ummat lain’, namun karena orang orang
Islam yang sudah meninggalkan tradisi ‘belajar’ dan ‘berilmu’ nya..
karena salah faham bahwa dalam beragama yang paling aman ya ikut ulama.
Ulama orang yang lebih berilmu dari kita, kebanyakan ummat. Orang
berilmu lebih harus dihargai dan dihormati. Namun kenapa kita tidak
berniat mengejar ilmu ulama itu ? Jangan jangan ada kesalahan faham
lagi dimana predikat ulama itu dianggap sebuah pilihan profesi layaknya
dokter, insinyur. Dan semoga bukan dalam pemahaman bahwa predikat ulama
adalah predikat genetik, dimana setiap anak ulama otomatis akan menjadi
ulama juga.

Bukankah  ‘predikat’ ulama adalah predikat abstrak yang memang harus dikejar setiap muslim, entah nyampe apa tidak…..

Ma’af….. ini sekedar keresahan saja…bukankan yang ‘lebih’ wajib itu belajarnya bukan hasilnya ?

04
Sep

Menguji Feeling

Ada seorang temen perempuan pada suatu malam cerita panjang via telpon
tentang kebingungannya. ( maklum..nunggu tarif murah simpati). Dia
ungkapkan dengan kata pembuka "Mas…ini bencana apa berkah sih…,
sekarang ada beberapa  laki laki melamar aku dan semua nunggu jawaban.."

Ha..ha.. malam itu tiba tiba jadi sok bijak. Aku coba ajak di aberfikir
rasional,walaupun ternyata berat banget karena dia kayaknya emosional
banget. Aku coba ajak dia buat peta masalah, eh ternyata repot juga
karena dia yang katanya pinter itu ternyata tiba tiba jadi jongkok,
terakhir aku ajak dia buat analisa SWOT, ha..ha… apalagi ini, dia
semakin pusing dan gak jalan.

Setelah muter muter ngobrol lama, temen perempuan itu sempat
tersinggung juga ketika aku berseloroh " Perempuan emang gitu yah,…
semua laki laki kelebihannya pengen dikumpulin, gak rela ilang yang
satu tapi gakmau terima kejelekan yg lain". He.he dia marah besar.
(Ma’af ma’af..aku cuman pengen mencairkan suasana kamu yang kayaknya
ribet banget).

Sempat juga aku pakai logika balapan mobil " Oke.. lhat mereka… mana yang tracknya sejajar dengan kamu, dan speednya mendekati speed kamu…." . Eh dia malah ketawa…, lantas dia jawab " Aku cuman pengen laki laki yg bisa nyetir  dan aku tinggal tidur…nyampe".
Halah……,
lagi lagi aku pusing…dan mencoba tidak cepat cepat membuat kesimpulan
bahwa para perempuan ini pada dasarnya pengen ‘pesen hasil‘  terus dia tinggal tidur..laki
lakinya mati matian "nyetirin mobi" dan nyampe…kalau "nabrak" marah
marah…kalo "nyasar" semakin marah..(tapi gak mau ditinggal..ha.ha..)

Akhirnya aku nyerah…( karena juga dah ngantuk…), terus dia
ngomong…" kayaknya aku punya feeling kuat kok mas untuk mutusin
ini….." .

"halah…. , itu ngerti…pemecahannya" batinku. Tapi aku putuskan
untuk diam dan berbasa basi dengannya karena aku males kalo ditanya
balik tentang keadaanku saat ini ( ha..ha.. please jangan di
generalisasi bahwa laki laki itu hobynya menghindar danmengalihkan
perhatian).

" Sukurlah….." tutupku pada pembicaraan malam itu.

Eh.. semaleman aku gak jadi ngantuk, abis nulis di blog, terus nerusin
baca beberapa lembar novel Taj Mahal dan akhirnya malah sampe dini hari
nonton "The Good NIght" di DVD.Sepanjang malem aku mikir, gimana cara
nguji feeling itu…, apa dengan trial eror… atau coba jalani satu
satu…, atau  diam dan pasrah saja…

Abis Shalat fajar…. sebelum subuh aku cek HP ku, ada satu pesan masuk
dari temen perempuan itu "mas ..kalau aku tinggalin semua saja
gimana….? " .

————–
Cerita ini fiksi belaka..serius…. , ada sih
pengaruh kisah nyata..tapi dah tak buat kacau balau. jadi kalau ada
kemiripan tokoh atau kesamaan kisah dengan kisah teman anda  tolong
jangan langsung klarifikasi… bisa marah besar dia…he..he…..

02
Sep

Definisi Perempuan Seksi

   

Shors3392
dari
Buku ini, aku diajari bahwa Perempuan Seksi bisa didefisinikan sebagai
: Perempuan Pinter, Cerdas, Licik, Politis dan Daya Tahan Tinggi…

Aku beli buku ini sebulan yang lalu, gak ngerti..penasaran saja. Buku ini terjemahan dari Novel  berjudul asli : Beneath A Marble Sky. Ternyata
buku yang tak baca 2×24 jam ini ( pake tidur juga, makan juga,kerja
juga) berkisah ttg "varian lain perempuan". He…, terlepas targetku yg
gak jelas juga, tapi melakukan eksplorasi ttg bagaimana perempuan
perempuan itu berfikir, berpolitik, bersiasat dan berhasrat  cukup menarik. Dan mungkin ini sebuah proses objectifikasi mengerti ‘apa itu perempuan’.

Buku ini memang ditulis laki laki, jadi ini penuturan perempuan melalui prespektif laki laki. Buku ini ditulis oleh seorang John Shors, seorang alumni Colorado College (creative writing and received an English degree)ttg seorang perempuan Muslim, Asia.

Btw,
terlepas adanya potensi bias pemahaman dan beberapa ‘potensi’ salah
konteks, membaca buku ini seperti membaca buku buku Karens Amstrong ttg
Sejarah Tuhan, Mohammeds, dan beberapa buku sejenis.

Menurutku,
inilah sebuah cerita ttg bagaimana seorang perempuan mencari Tuhan
melalui masalah yang dihadapinya. Ini berkisah ttg Cinta seorang
perempuan yang terjepit dan tersandera dan kadang tergadai demi nyawa
dan kehormatan keluarga.

Tapi, inilah cerita ttg seorang
perempuan yang menurutku sangat ’seksi’ karena kecerdasan, kelicikan,
dan daya tahannya terhadap berbagai tekanan.

Mizan
memilih buku ini untuk di Indonesiakan memang tepat, bagaiamana membawa
khasanah kepada orang Indonesia tentang ‘Orang Islam’ dalam Sejarah dan
Prespektif lain.

dari Buku ini, aku diajari bahwa Perempuan Seksi bisa didefisinikan sebagai : Perempuan Pinter, Cerdas, Licik,Politis dan Daya Tahan Tinggi…