Archive for October, 2007

29
Oct

Realitas Suara Perempuan

Images_1
Teringat seorang kawan yang sudah menikah dan memiliki
seorang anak berumur 3 tahun bercerita. Katanya, seorang laki laki ketika
berada di hadapan perempuannya tugasnya hanya satu : memberi solusi, dalam
bentuk aksi.

Kata temanku itu, perempuan adalah sosok yang mampu dengan
bebas akan mengkritik realitas  dengan
emosinya. Dari merekalah para laki laki akan terus dipaksa membuka mata akan
keadaan sekelilingnya. Dari merekalah banyak hal bisa terungkap dengan lugas.
Karena perempuanlah yang terbiasa untuk berteriak terhadap realitas, ketidak
adilan, penindasan dan sebagainya.  Dan dari perempuanlah idealisme laki laki
akan terjaga dan terus dikobarkan. 

Teringat ketika
ibuku keukeuh mendorong bapak untuk
terus membela keyakinannya ketika harus berperang dengan atasannya, dulu. Saat
itu bapak seakan terus mendapat amunisi tambahan ketika pulang dan kemudian ibu
terus memberi semangat sekalian menyiapkan air hangat ketika bapak membutuhkan.

Dan, mungkin
benar kata seorang teman. Setiap laki laki hebat pasti akan didukung oleh
perempuan hebat. Setiap laki laki hebat akan selalu butuh sandaran  perempuan hebat. Setiap laki laki hebat selalu
butuh suntikan energi perempuan hebat. 

Mungkin perempuan
ketika mengkritik realitas terbalut emosi dan tampak sporadis. Bahkan tanpa berfikir hitung hitungan politis apalagi matematis.  Namun,
sesungguhnya itulah kejujuran, itulah nurani. Tugas laki laki yang memang lebih
mampu sistematis memetakan keadaan, dan lebih bisa memainkan alur politik adalah
mewujudkannya dalam sebuah tatanan kenyataan.

Perempuan kadang
tidak sabar dengan keadaan, dan mungkin setiap Revolusi dunia berawal dari
jeritan para perempuan, karena kelugasannya. Laki laki harus memandang hal itu
menjadi sesuatu yang positif. Laki laki harus memandangnya sebagai sebuah ’kejujuran
nurani’ yang kadang dalam dunia laki laki terpaksa tertutup karena zig zag
kepentingan dan politik yang disorientasi. Politk tanpa cita cita. 

Tuhan menciptakan
perempuan untuk menjaga visi, sedangkan laki laki bertugas untuk memanajemen
pembentukannya. Tidak perlu dikatakan mana yang lebih mulia, karena Tuhan
menciptakan laki laki dan perempuan untuk sama derajatnya dengan fitrah masing
masing.

Saranku, kalau
mendengar perempuanmu mengeluh, protes, dan menghujat realitas, jangan buru
buru kamu jawab apalagi membangun apologi demi apologi. Karena mereka memang
harus didengarkan, dan hanya perlu didengarkan saja. Mungkin mereka akan marah
ketika kamu hanya diam mendengar semua itu. Namun mereka akan lebih ’ilang feeling’ ketika kamu buru buru
membangun preposisi preposisi yang bermaksud membela naluri kelaki lakianmu
yang kadang tersinggung.  

Suara Perempuan,
Suara Realitas…..

Ma’afkan
perempuanku, pagi ini aku membuat satu kebodohan, dengan apologi apologi  ‘gak penting’ ku…

pagi ini aku baru mengenal sisi lain dirimu……

26
Oct

INCUNABULA : Kumpulan Kegelisahan Faris

Incubula
Sore ini
aku mengharuskan diri ke toko buku. Karena ada janji mau ngirim buku ’Insomnia
Amnesia’ karya Fahd Jibran ke anak anak IMM Bogor ( Hafiz tepatnya). Sudah
beberapa kali ke toko buku, ternyata buku itu menghilang dari pasaran. Entah mungkin
laku, dan aku berdo’a semoga memang
begitu. Terus terang, terlepas dari kualitas buku itu, keberfihakanku terhadap
sesama anak IMM ( Penulisnya anak IMM), telah membangun afiliasi bawah sadar
dengan buku itu.


Namun, aku
menemukan buku berjudul INCUNABULA. Feelingku, buku ini mesti senada dengan
buku AMNESIA: INSOMNIA yang kucari. Apalagi ketika ada kata pengantar dari Dr. Haedar
Nahir, salah satu ketua PP Muhammadiyah. Dan juga tag line di bawah buku : Anak
Muda Mengubah Sejarah Lewat Kata Kata.

Benar,
ternyata buku yang ditulis Muhammad Faris Alfadh ini ’berasa’ sama dengan buku
INSOMNIA:AMNESIA. Bahkan ada satu tulisan yang menandakan irisan ide dari dua
buku kumpulan esai ini, yaitu esai yang berjudul : Awas Gerakan Mapan Terancam
! yang mengupas tema Revolusi Semutnya Denden Firman Arif ( seorang aktifis
IRM- sayang buku ini sulit sekali dicari sekarang,…padahal cukup inspiratif).


Di buku INSOMNIA: AMNESIA dikupas dalam esai : Revolusi Semut : Kemenangan
Gerakan Alternatif Vs. Gerakan Mapan.
Setelah melihat profil penulis, akhirnya aku memahami bahwa Muhammad Faris dan
Fahd Jibran adalah dua karib yang berkembang di IMM UMY dan Madrasah Intelektual
Muhammadiyah , lembaga yang selama ini mengkanalisasi potensi potensi pemikiran
anak anak IMM di UMY. Kesamaan kedua buku ini tentunya bukan kemudian
mengecilkan buku Faris yang keluar belakangan, tapi bisa kita baca sebagai
upaya saling melengkapi dan aku yakin akan muncul buku buku lainnya yang ’berasa’
sama dari kawan kawan mereka. Mungkin Nizar, mungkin Arif (sedikit nama anak
IMM di UMY yang CERDAS yang berhasil kuingat…..setelah generasi Fauzi Fasri,
AS Pattiraja …..).


Secara
umum buku ini mengambil prespektif  ”Jogja
Banget”. Bisa jadi motivasi Faris untuk mencoba menulis seperti Emha Ainun
Najib yang membawa tema tema Jogja di esai esainya untuk menjadi latar
relfleksinya.  Selain prespektif Gaya
Jogja, Faris juga mencoba mengulas  fenomena yang ’bernasib baik’, mampir di depan
matanya dengan prespektif ala Muhammadiyah, ala Pramudya.


Kegelisahan pencarian
jati diri, kritik spontan terhadap fenomena dan juga legitimasi intelektual
dengan mengambil quote beberapa tokoh
memang menjadi hal yang khas bagi karya pertama seorang penulis. Hal ini bukan
menjadikan ide ide dalam buku ini kecil, namun mampu memasukkan ide ide ini ke
dalam khasanah besar dunia ide, seperti pengantar Dr. Haedar Nashir dalam buku
ini : ”Pemikiran Generasi lama dikritik
atau sebaliknya diapresiasi oleh generasi baru. Pemikiran generasi barupun diwacanakan
ulang oleh generasi berikutnya”
(Hal 10)


Akhirnya,
selamat untuk Faris. Semoga karyanya bisa mengilhami banyak generasi muda
negeri ini untuk ikut menyadarkan bangsa ini dari Insomnia panjangnya dalam
mencari diri dan kepribadiannya. Tentunya dalam perkembangan jaman dan era yang
terus berubah ini.

Kata Pramudya yang dikutip Faris : orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia
akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah”

25
Oct

Eureka !

Selendang
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah harus mewakilkan hingga 99 jenis
kata dalam bahasa Arab untuk mewakili arti kata Cinta. Setiap kebudayaan manusia
dari budaya manapun selalu memiliki kosa kata yang mewakili ungkapan cinta. Dan
bahkan orang orang bisu, tuli dan butapun mengerti ‘bahasa’ mereka ketika
membangun ‘preposisi bisu’ untuk mengungkapkan kata Cinta.

 

Banyak yang kemudian mengharamkan Cinta karena dianggap
banyak membawa petaka. Banyak yang kemudian menjadikan dirinya berubah karena
dia mengenal Cinta. Dan kemudian banyak yang bahkan sesat pikir dan sesat
logika karena memilih menghanyutkan diri dalam aliran arus yang mereka kira
Cinta. 

Kalau Rumi mencoba membangun kesempurnaan diri dengan
mengajak Tuhan masuk dalam petualangan Cintanya, banyak manusia yang malah
terjebak dengan menjadikan dirinya terhanyut dalam nafsu hewani karena dianggap
itulah Cinta. Cinta bisa diperalat
untuk memuliakan kenistaan, dan Cinta juga bisa menaikkan derajat seorang hamba
karena dia meminta Tuhan menuntun dan terus menuntun pencarian Cintanya.
Namun Iwan Fals-pun mengatakan "Jangan Harap Keadilan akan datang, ketika Cinta Sudah Dibuang" (Bongkar, Swami I 1989)

Setiap wahyu
adalah Cinta Allah SWT kepada Manusia. Tanpa wahyu, seseorang kehilangan
pedoman untuk mengenal nuraninya. Namun banyak orang yang memantapkan
berperang, membunuh dan bahkan merusak peradaban juga atas nama Wahyu dan Cinta.
Ternyata, ketika wahyu dan cinta bersisihan, tetap saja bagaikan pisau bermata
dua karena kefanaan manusia. 

Bodoh, jahil,
lupa. Sifat sifat manusia yang menjadi hijab diri dengan kesejatian inilah yang
harusnya terus berusaha ditipiskan. Karena ketika kebodohan, kejahilan dan Penyakit lupa masih terus
dipelihara maupun dipertebal, jangan berharap dia akan menemukan apa itu Cinta.
Dia bisa tersesat dan kemudian merusak dirinya.


Para filosof merasa berhasil untuk memetakan alam semesta,
ketika filsafat alamnya diturunkan dalam metode metode ilmiah untuk membangun
teori teori fisika. Para Filosof juga merasa berhasil memetakan organ tubuh
manusia, dari sekedar penggambaran anatomi fisiologi hingga pemetaan DNA. Para
Filosuf pun berani bersorak Eureka ! ketika
dia berhasil membangun peta sistem sistem sosial, alam dan biologi dengan
mendekatkannya ke logika matematika. Bahkan musik yang konon terlalu subjektif
untuk di definisikan saja ternyata berhasil diwakilkan dengan simbol simbol
angka arab untuk mewakili setiap tingkat bunyi dan suara. Dan terakhir, goyang
ngebornya Inulpun mampu didekati sistem dan polanya dengan matematika Fraktal,
sebuah kecangihan akal manusia.


 

Namun, dalam  umur peradaban manusia sejak manusia pertama
hingga saat ini, para Filosof masih merasa gagal untuk mendekatkan metode
metode dalam membangun preposisi preposisi yang mewakili Cinta. Bila Sains
pasca relativitas Einstein berteriak lantang bahwa disetiap ketidak teraturan
pasti ada keteraturan, mungkin dalam Cinta mereka menyerah dan mengatakan : Kekacauan Cinta biarlah tetap sebagai
kekacauan pola.


Akhirnya, Bisa jadi pencarian hakikat Sunnatullah
memang menjadi petualangan menegangkan bagi setiap manusia tercerahkan. Namun
petualangan pencarian hakikat Sunnatullah
yang bernama Cinta bisa jadi adalah
petualangan yang paling menegangkan dan tak mungkin terlupakan hingga dia benar
benar menemukan Tuhannya. Bersabarlah, jangan putus asa, dan terus
bergeraklah….. karena pencarian ini juga terjadi atas Kehendak-Nya.
————

Bergerak, hidup,
’mendorong’ jalannya sejarah, hingga menggerakkan Revolusi butuh alasan mengapa harus terus dilakukan.
Betapa sedihnya ketika ’anak adam’ bangun pagi dan kehilangan alasan
untuk meneruskan semua itu karena kehilangan Cintanya. Karena alasan terkuat itu adalah Cinta,  ketika dia berhasil mengajak Tuhan berkoalisi dengan
Cintanya. 

Berbahagialah Sob….
bila di bangun pagimu hari ini kamu masih menemukan Cintamu Titip salam untuk
kekasihmu….titip salam untuk Tuhanmu 

(Esai pertama
yang mengeksploitasi kata Cinta, sampai 23 kali.. :))…   )

23
Oct

Hidup Itu Mudah, Tapi Gak Gampang

Tiap hari ada pesen dari sahabat-sahabat kalau aku harus
tetap bersemangat dalam hidup. Do’a - do’a yang selalu memilih kata kata
positif, selalu menjadi hari hariku. Aku memang orang yang beruntung, dengan
adanya mereka hidupku sesulit apapun ternyata bisa mudah dijalani.

Tapi, ternyata kemudahan yang merupakan ‘nikmat’ dan ‘janji’
Allah (seperti dalam Al Insyiroh) itu kadang salah kaprah. Kadang kita berfikir
bahwa ‘mudah’ itu sama dengan ‘gampang’, sehingga ketika kita mendapatkan
kemudahan alam bawah sadar kita mengatakan bahwa itu bisa digampangkan.

Inilah ternyata faktor penting yang membuat seseorang yang
banyak mendapat kemudahan tidak bisa sukses dalam hidup.  Dia lupa dan menggampangkan permasalahannya itu. Padahal kemudahan adalah
kesempatan yang tidak datang dua kali kalau dijalankan dengan
menggampangkannya. Ya Udah ..kalo nyadar Istighfar
gak usah banyak nge less- dan
perbaiki. Presatasimu hari ini adalah ketika kamu mulai meninggalkan sifat
menggampangkan itu. Bismillah….

Oke,.. bangun,….. Jalani kemudahan dengan kesyukuran,
dengan tidak menggampangkannya.

Menggerakkan sejarah itu layaknya meniti spiral, mungkin harus terus memutar, tapi kamu harus pastikan untuk selalu bergerak maju.

—————————-

Pernah dengar cerita Superman habis menang perang  yang lupa cara mendarat…..?

22
Oct

Jadilah Besar atau Pulanglah !

Dalam sebuah tim Manajemen, hal yang menjadi penting adalah
Integritas dan Pikiran untuk jadi orang besar. Sebuah tim manajemen harus
berfikir bahwa mereka adalah sekelompok orang orang nomor satu, bila ingin
menjadi nomor satu. Dan mereka adalah orang orang yang akan berkembang menjadi
orang besar, bagaimanapun caranya.

 

Kadang agak repot mencari orang orang seperti ini dalam
sebuah tim manajemen. Apalagi dalam sebuah lembaga yang dalam tahap perintisan
dan lemabag itu adalah lembaga nirlaba. Banyaknya manusia manusia bermental
cari aman, dan tidak mau ambil resiko inilah yang merepotkan. Padahal
sesungguhnya ketika mereka melewatkan peluang untuk mengambil resiko dalam
sebuah lompatan inisiatif, mereka kehilangan satu kesempatan untuk menjadi
orang besar.

Ada sementara orang berujar bahwa dia cukup hanya menjadi orang biasa saja, tidak
perlu menjadi orang besar. Bila anda seorang manajer dan sedang mencari anggota
tim manajemen, cepat tinggalkan orang seperti ini karena orang seperti ini
hanya menghabiskan waktu anda. Menurut saya orang tipe seperti ini adalah orang
orang munafik, ngomongnya pengen jadi orang biasa biasa saja, tapi sesungguhnya
dia menunggu ditawari sebuah ‘kebesaran’, tanpa mau ambil resiko.

Padahal, sesungguhnya resiko adalah sesuatu yang harus
dihitung, bukan dibayangkan. Tipe tipe manusia yang hanya membayangkan resiko
juga harus kita hindari ketika kita mau membangun sebuah tim manajemen. Karena mereka
adalah manusia manusia yang membuang kesempatan untuk menjadi besar juga. Mereka
membunuh potensi dirinya hanya karena takut ambil resiko, bukan memetakan
resiko.

Dan kalau kita
sedang merintis sebuah tim manajemen. Jauhi orang orang yang senang mengeluh.
Orang orang ini adalah orang orang yang tidak mungkin menjadi besar karena
dengan keluhannya itu dia sesunguhnya ingin mencari pemakluman terhadap
kesalahan, ketololan dan ketidakmampuannya. Dalam sebuah tim manajemen yang
kuat, tipe tipe manusia seperti ini akan membebani saja karena dia akan selalu
memasukkan daftar masalah bukan daftar solusi. Beban tim manajemen kita akan
semakin berat.

Memang kita tidak
mungkin mendapat orang orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Namun kita
butuh orang orang yang membuat prestasi setiap harinya. Artinya, setiap dia
melakukan kesalahan, dia tidak menghabiskan waktunya untuk mencari pemakluman
terhadap kesalahannya. Tapi menawarkan prestasi prestasi lain yang setara
dengan kesalahannya untuk menutupinya.

Jadilah Besar
atau Pulanglah…! ( Microsoft)

Fa idza azamta, fatawakal ‘alallah  (QS Ali Imron; 159)

————-
hari ini peringkat Indonesia website www.muhammadiyah.or.id versi alexa.com: 1.637 , 25 September yang lalu : 3.322 . Alhamdulillah….

20
Oct

Keyakinan Tanpa Manajemen Usaha = Mitos=Bodoh

Banyak orang hidup tanpa
keyakinan. Benar. Banyak orang hidup tanpa konstruksi keyakinan yang
kokoh. Sehingga banyak orang mudah sekali terbawa perasaan, terbawa
’iklan’ dan terombang ambing dengan berbagai fenomena yang bermunculan
di depan mata kita. Dan indikasinya mudah : gampang bingung.

   

Banyak
orang akhirnya banting setir dengan berbagai aliran keyakinan, seperti
bentuk bentuk aliran keagamaan atau pseudo-religion ( karena memang gak
jelas….mirip agama.. tapi tidak ada konstruksi teologis yang
jelas…). Mereka bilang , bahkan dengan histeris ”Aku dapat
pencerahan….!”.

   

Banyak yang berburu keyakinan dengan jalan lain. Seperti
mencoba coba semua aliran, sekte dan ’persekutuan’. Ada yang memilih
membangun sendiri konstruksi keyakinannya dengan independent seperti
dengan membaca buku, mencari referensi referensi di Internet, dan
sebagainya.
Dan lagi lagi, kita akan mendengar teriakan mereka “ Aku dapat Pencerahan….!”

   

Mungkin
beginilah Ibrahim ketika harus gelisah tiada tara mencari jawaban
esensi dalam hidupnya, siapa, dimana Tuhan. Ibrahim memeras otak, terus
berfikir dan mengamati dan terus mencoba membangun konsruksi keyakinan
demi keyakinan sekaligus melakukan revisi demi revisi, dan akhirnya
menemukan ’sesuatu’ yang tidak bisa dia revisi lagi. Mantaplah
konsruksi keyakinannya, setelah bersusah payah mencari definisi Tuhan
yang berakhir dengan ’Sesuatu yang tidak Terbit
dan Tenggelam, Sesuatu yang Berkuasa Final, Sesuatu yang Tidak
berbanding dengan apapun, dan Sesuatu yang kemudian menjadi tak
terevisi lagi’. Hidayah itu mahal……

   

Lankah
setelah menemukan konstruksi keyakinan adalah membuatnya tidak menjadi
Mitos. Artinya, keyakinan akan keberadaan Tuhan harus dibarengi dengan
upaya maksimal untuk mengajak Tuhan merubah Keadaan. Ingat, preposisi Iqbal  yang
menyatakan bahwa Islam bukan Sufisme yang mencari Tuhan dan ingin
menyatukan jasadnya dengan Tuhan. Tapi Islam adalah sebuah ’komitmen
perjuangan’ dimana keyakinan akan adanya Tuhan dengan segala
Ke-Mahaannya harus diupayakan dalam bentuk upaya menerapkan Kehendak
Tuhan di bumi. Dan kehendak Tuhan yang pertama adalah menjadikan hamba
hambanya yang sadar, mendapat taufiq dan hidayah, dan menjadikan
dirinya sosok manusia utama. Manusia teladan, manusia yang bisa
mencintai kehidupan dan membuatnya menjadi berarti.

   

Inilah langkah setelah transendensi, humanisasi. Firman
Tuhan harus mewujud di bumi dalam bentuk pribadi pribadi utama. Pribadi
pribadi yang menjadi teladan kebaikan, pribadi pribadi yang mampu
berfikir cerdas dan rasional, pribadi pribadi yang bisa memberikan
solusi. Pendek kata pribadi pribadi yang bisa menjalankan Amal Shalih.

   

Keyakinan
tanpa amal shalih = mitos. Namun amal shalih harus berarti keteraturan
manajemen dan keunggulan SDM (manusia utama). Bukan kekerasan dan upaya
sok suci layaknya ‘preman berjubah’ ( meminjam Istilah Buya Syafi’i).
Sehingga hanya manusia manusia ‘kelas satu’ dalam kemampuan
intelektual, manajemen, ekonomi, politik, dan sosial yang akan benar
benar mampu membentuk pribadi utama. Tidak ada manusia cerdas yang
memilih jalan kekerasan sebagai upaya pertama, dan tidak ada manusia
cerdas yang menyerah ketika upaya upayanya tidak menemukan pintu
implememtasinya, dan tidak ada manusia cerdas yang marah ketika
menghadapi keadaan yang belum terpecahkan.
Semua
bisa terpecahkan, jangan senangkan Setan dengan menyebut keadaan dengan
predikat Lingkaran Setan. Karena manusia memiliki akal yang di atas
Syetan bahkan Malaikat.

   

Lagi
lagi : Keyakinan tanpa Usaha sama saja dengan Mitos. Dan usaha yang
serampangan, kita sebut Mitos juga. Pilihannya hanya satu : Keyakinan
yang diusahakan dengan ilmu, manajemen dan power yang maksimal.
Sehingga mitos akan runtuh. Dan Islam akan mewujud dalam bentuk Rahmatan lil Alamin.   

20
Oct

Kehidupan,.. sesuatu yang mesti dicintai

“ Apa yang paling kamu benci ?”
” Lies..”
” Yang paling kamu suka ?”
” kehidupan”

Ini petikan sms antar aku dan Eno beberapa waktu lalu. Seseorang yang ’jasad’
nya belum pernah kutemui hingga tulisan ini kubuat. Kapan dan dengan sarana apa
pertama kali kami berinteraksi, tidaklah penting. Karena aku terkesan dengan
kata kuncinya : kehidupan.

Sementara itu, malam ini aku coba simak behind the scene Eagle Award di
Metro TV.
Keren…! Lagi lagi, kata kunci : Kehidupan. Anak anak muda negeri ini yang
memiliki kepedulian kepada sisi lain  kehidupan yang mau tak mau harus dicintainya.
Cerita seorang penambang minyak di Wonocolo cepu ( kebetulan aku pernah
kesana), cerita tentang seorang guru di perbatasan Indonesia-Malaysia di
Kalbar, cerita tentang kepala sekolah di Jakarta yang pemulung, dan cerita
tentang penambang di banjarmasin.

Malamnya, aku disuguhi Metro TV acara Three
Wishes
. Sebuah Reality Show yang episode ini mengetengahkan bagaimana
Tentara Amerika pulang dari Irak dan merayakan kata kubnci tadi : kehidupan. Bagaimana
cerita tentang seorang kopral marinir amerika yang sangat bahagia mendapat
rumah, bagaimana cerita seorang janda marinir yang emndapat rumah, dan cerita
seorang kopral marinir yang mendapat hadiah pernikahan. (Kucoba buang kebencian
thd bangsa Amerika, dan kualihkan kebencianku kepada sosok George. W.Bush,
yah…. cukup Mr. Bush Junior saja..bukan bangsa Amerika).

Kemudian aku coba
rampungkan membaca buku Leaving Microsoft to Change The World yang benar benar
inspiratif. Buku yang ditulis John Wood tentang perjalanannya membangun sebuah
LSM Room to Read yang membangun
perpustakaan untuk anak anak miskin di Nepal,  Vietnam dan  Kamboja sebanyak 3600 perpustakaan. Satu lagi kata
kunci : Kehidupan . Kehidupan yang begitu berharga, dan mesti dicintai. ( Lihat
di http://www.roomtoread.org/ ).

Yah, kehidupan. Sesuatu yang
kadang kita sia siakan.

 

19
Oct

Kuasa Cinta Sesat Logika

Seseorang kadang tidak percaya bahwa telah datang masa
dimana dia harus menentukan menyusun serangkaian alasan. Dia bingung , dia
muter muter pengen tahu kenapa dan ada apa dengan dirinya.  Padahal dia ngerti persis, hal ini bukan yang
pertama. Di masa lalu dia pernah merasakannya, bahkan tidak cuman sekali dan
lucunya dia sangat sulit untuk jujur mengakuinya, bahwa dia merasakan rasa itu.

Biasa, dan lumrah. Dia dia resah, karena dia sekarang dalam
posisi harus jujur pada dirinya tentang seseorang yang saat ini masuk dalam
memori otaknya. Namun, ketika dia sudah jujur dalam hati…, munculah masalah
selanjutnya…bagaimana cara menyampaikannya….

 Sakit memang merasa sesuatu tanpa memiliki kuasa bahkan
untuk sekedar mengatakannya. Resah, pusing dan bingung mencari jalan untuk
menyalurkan apa yang sebenarnya terjadi dalam dirinya saat ini. Ternyata rasa harus berkaitan dengan kuasa, dan
kuasa ternyata baru terbentuk ketika ada sambungan logika.

Cinta tanpa
kuasa, sama saja dengan rasa sesat
logika

18
Oct

Bukan Sekedar Mengungkap Rasa, Tapi Juga Membangun Logika

Ketika tiba tiba kita mengumumkan kepada khalayak tentang
sesuatu yang baru ada pada diri kita, kadang kita akan menghadapi berbagai
pertanyaan dengan variasi yang bermacam macam. Kadang membuat kita ribet untuk
menjawabnya, bahkan kadang memancing emosi kita untuk melayaninya. Repotnya,
lama tidak berubah ditanyakan. Ketika kita membuat keputusan untuk berubah
ditanyakan pula. Mungkin beginilah yang namanya hidup sebagai mahluk sosial…(he.he.
jadi inget pelajaran PMP).

Sebenarnya jauh di lubuk hati kita, kita bersyukur juga,
bahwa ternyata banyak orang disekeliling kita yang perhatian dengan ‘cerita
hidup’ kita. Mereka perhatian, dan mungkin saja sejatinya inilah wujud ekspresi
rasa ‘sayang’ mereka kepada kita. Bahkan dahulu pernah ada seorang kawan yang
iri ( bahkan sangat iri) ketika dia melihat banyak orang berempati dengan
nasib kawannya, sedangkan dalam penilaian dia, seakan tidak ada yang bisa
berempati dengan nasibnya.

Kadang orang bisa
(sengaja atau tidak) menarik empati orang karena dia pintar mengolah
komunikasi dengan kawan sekeliling. Sehingga empati yang di dapat dari
sekelilingnya akan berpengaruh positif kepada ’cerita hidupnya’. Dia bisa mengendalikan lingkungan sekitarnya,
kapan lingkungannya perlu masuk ke masalah pribadinya dan kapan lingkungannya
tidak perlu memasuki wilayah pribadinya.

Namun, kecerdasan
berkomunikasi seperti ini memang tidaklah mudah, apalagi bagi seseorang yang
menjadi perhatian banyak orang, sekaligus dia tipe introvert. Ini
paling ribet. Sebagai contoh, ketika ada seorang cewek yang ’menarik’ banyak
cowok, namun dia tidak pintar mengelola komunikasi yang baik. Sehingga jadi
serba salah, kadang ketika dia membuka diri dianggap ’murahan’ dan berpotensi dianggap tukang ’mempermainkan’ perasaan orang lah, suka mengoleksi banyak ‘TTM’ lah, dsb, dsb……..,
namun disisi lain ketika dia terlalu menutup diri membuka peluang banyak orang yang
menganggapnya sombong, terlalu pemilih, dan sok gak butuh yang kadang malah membuat banyak fihak penasaran dan berusaha menggedor gedor ‘pertahanannya’ demi menaklukkan si Putri Salju yang introvert itu ha..ha…

Cerdas mengelola
komunikasi sekitar, pintar membawa diri, proporsional dalam bersikap untuk
masing masing orang akan berbeda. Setiap orang memiliki takaran masing masing
dalam mengelolanya. Dan hal yang paling
menentukan adalah latihan feeling dan mencoba memahami perasaan sekitar kita.

Bukan hal yang
mustahil, komunikasi efektif kepada orang sekitar bisa terkelola dengan baik
baik dalam komunikasi verbal, bahkan komunikasi dalam bahasa tubuh. Dan bila
kemampuan mengelola komunikasi interpersonal juga terus meningkat dan terasah,
komunikasi jarak jauh melalui email, chatting, telpon hingga sekedar sms pun
akan terkelola dengan baik. Berat…? Enggak lah…. Sulit….? Bisa
dipelajari. Lelah..? Istirahat dulu…entar dicoba lagi.

Menjadi
politikus, penyampai materi, ustadz, guru, dosen, hingga laki laki yang sedang
meyakinkan pasangannya memerlukan ketrampilan ini. Dan bagi laki laki yang paling
menantang adalah membangun komunikasi dengan perempuan…., sosok yang sedang
dipujanya… sekaligus harus tetap menjaga komunikasi tetap rasional, tegas dan
efektif.

He..he.. ..
serius……bener bener menantang……

Disinilah tak
jarang banyak laki laki yang sepanjang hidupnya tak mampu walau sekedar mengucapkan perasaannya  kepada sosok
perempuan yang siang malam dia puja. Namun ada juga seorang laki laki yang
membuat sebuah hubungan persahabatan ‘bubar ‘ gara gara dia ’salah cara’
mengungkapkan hak asasinya mencintai perempuan yang  itu sahabat terbaiknya…….ketika sahabat
itu tidak menginginkannya……

Berlatihlah
mengelola komunikasi…….., karena disinilah kesejatian kecerdasan kita
teruji. Semakin komplek, semakin ada peluang melatih diri pada tingkat
kesulitan tertinggi. Kalau gagal……, belajarlah dari kegagalan itu, dan coba
lagi di kesempatan lain……..toh dunia belum kiamat… he..he…

Ingat.. bukan
sekedar mengungkap rasa, tapi juga membangun preposisi preposisi yang
tergantung dengan logika……….

08
Oct

Apa Kamu Kira Kamu Sudah Berjihad..?

Hal yang paling menyakitkan adalah ketika seorang
manusia normal menyadari bahwa dia telah mendholimi orang lain,
terutama orang orang yang mencintainya. Sakit banget dan seperti sulit untuk mencari obat ‘rasa sakit’ ini.

Banyak
orang menyangkal bahwa ketika dengan sadar mendholimi orang orang yang
disakiti itu sebenarnya dia juga sakit. Bahkan banyak orang yang
kemudian menghancurkan dirinya karena tidak bisa memaafkan dirinya
karena telah mendholimi orang orang yang dicintainya.
   

Anak mendholimi orang tua. Suami mendholimi istrinya. Kakak mendholimi adik.Teman mendholimi teman. Tetangga mendholimi tetangga.

” Aku terpaksa melakukan itu, tidak ada pilihan lain”    

 Itu
preposisi bodoh. Selalu ada pilihan untuk menjadikan dirinya bebas dari
pilihan ’mendholimi’ orang orang yang dicintainya. Selalu ada jalan
untuk keluar dari aktifitas ’pendholiman’ orang orang yang kita cintai.

Masalahnya,
kadang Syetan membisikkan dalam kalbu kita tentang pembenaran
pembenaran akan kelakuan kelakuan kita. Selalu ada alasan untuk
menkesankan seolah olah logis dan benar terhadap ’kejahatan’ yang kita
lakukan. Selalu ada sebuah bangunan logika yang menjadikan kita sosok
hero dibalik penghianatan kita terhadap komitment. Komitmen kemanusiaa.
Komitmen yang selalu tercatat oleh malaikat di sisi kiri dan kanan kita.
   

Memaklumi
keterlanjuran. Ini masalah selanjutnya. Banyak orang yang membangun
pembenaran pembenaran untuk memaklumi kesalahan yang dianggapnya sudah
terlanjur.Sesungguhnya ketika Allah SWT masih menyisakan waktu, nafas
dan kesempatan untuk hidup maka saat itulah keterlanjuran berbuat
dhalim itu tidak bisa dibeanarkan. Walaupun besok kiamat, kalau
ditangan kita ada ’biji kebaikan’ mengapa tidak
kita tanam untuk menambah amal prbuatan kita ? Walaupun kita tahu besok
pagi akan dieksekusi mati, mengapa kita tidak menhentikan kedholiman
kita walaupun jangka waktu berbuat dholim dan taubat kita berbanding
jauh.

Taubat……….,
taubatlah walaupun nyawa sudah berada diujung tenggorokan. Bernitlah
bertaubat, dan jangan berfikir banyak apakah Allah SWT akan mengampuni
taubat kita. Itu bukan urusan kita, kita cukup mengakhiri kedholiman
dan berbaik sangka pada ampunan Allah SWT.
   

Kalau
saat ini kamu sedang berbuat baik, katakanlah sedang membangun
peradaban besar, memimpin sebuah revolusi, tidak ada pembenaran kalau
kamu berhak untuk mendholimi orang orang yang mencintai kamu..
Nasehatkan pada dirimu. Mimpi mimpi besar kamu tidak boleh memakan
korban lagi…

Seandainya
engkau seorang panglima perang sebuah Jihad besar, kamu tidak boleh
mengorbankan perasaan orang orang yang mencintai kamu. Kamu tidak boleh
mengabaikan kekhawatiran mereka. Kamu tidak boleh menganggap mereka
’tidak mengerti’ dengan mimpi mimpi besar kamu.
   

Mereka
sangat mengerti, dan mereka sangat sayang kepada dirimu. Mereka ikhlas
kamu menjadi pelaku perubahan. Mereka sangat mengerti kamu, karena
mereka mencintai kamu.

Mereka
hanya ingin memastikan, kamu akan baik baik saja. Kami sehat, kamu bis
aterus tersenyum, kamu tidak putus asa, kamu bisa terus menjadi orang
yang bisa mereka banggakan walaupun hanya tersimpan jauh dalam lubuk
hati mereka.

Mereka orang orang yang mengatakan dan
tidak mengatakan bahwa mereka sangat mencintai kamu. Mereka orang orang
yang hanya ingin kamu tidak menyesali semua yang kamu lakukan saat ini.
Mereka tidak akan tega melihat kamu hancur di kemudian hari. Merekalah
yang akan menangisi ketika kamu ternyata terhukum oleh jaman sebagai
pecundang.

Kamu
bisa untuk terus menjadi panglima perubahan dengan tetap mencintai dan
tidak membuat mereka khawatir. Mereka ikhlas….. melepas kamu dalam
perjuangan. Namun tolong..kamu mengerti perasaan mereka yang terus
menghawatirkan kamu.
   

Siang
malam mereka berdo’ a untukmu agar kamu selamat atau bahkan Syahid.
Mereka terus merapal do’a do’a agar kamu tidak pernah sedikitpun
tergoda untuk melakukan kejahtan, dan berperang demi hawa nafsu
walaupun sedetikpun. Mereka rela berpuasa demi mengingat perjuangan
kamu membangun cita cita. Mereka rela bangun malam untuk sekedar
menitipkan dirimu kepada Allah SWT.

Jangan tinggalkan mereka. Jangan dholimi mereka. Mereka telah banyak berjuang untuk menjadikan kamu siap memimpin revolusi mengejar cita cita kemanusiaan. Mereka hanya ingin memastikan………………   

Agamamu
tidak mengenal perjuangan yang konyol dan tidak terukur. Agamamu tidak
menginginkan kamu menjadi ’martir’ yang ternyat durhaka dengan orang
orang yang mencintai kamu. Agamamu tidak mengajarkan kamu berangkat ke
medan Jihad setelah melakukan pendholiman
pendholiman terhadap mereka yang siang malam terus menangis kepada
Allah SWT untuk keselamatanmu. Syahid itu bukan seperti itu
kawan………

Orang besar selalu bisa mengejar mimpinya tanpa mendholimi orang orang yang dicintainya