Archive for January 15th, 2008

15
Jan

Ternyata Motret di 21 itu Bisa !

21b
Ternyata motret di 21 itu boleh.., asal gak ketahuan he..he… 

Malam ini kami harus  ditegur
keamanan untuk kedua kalinya setelah siang tadi tertangkap polisi
karena gak bawa STNK. Setelah kami nekat jeprat-jepret, akhirnya
keamanan pun muncul ‘menertibkan’ kami.

Malam
ini kami berempat (Aku, Machendra, Putra, ‘plus Gindah) memutuskan
untuk menikmati My Wife is Gangster 3. Film ini menurutku keren….,
karakter pemain pemainnya jadi dan bisa menghidupkan cerita
komedi-drama yang dilengkapi adegan laga layaknya film gangster
mandarin. Em…, mungkin bagi penggemar Film film  Stephen Chow (nulisnya bener gak sih)  bisa menemukan film yang cocok. Dan bagi penggemar My Wife is Gangster 1 dan 2, Sekuel ini cukup memuaskanlah.   

Film ini menurutku berhasil mengocok perut penonton.
Sejak detik awal hingga akhir, seakan penonton diajak terus tertawa dan
bersiap untuk terus tertawa. Memang, ceritanya Klise… tentang seorang
perempuan jagoan yang akhirnya ‘menyerahkan hatinya’  kepada
seorang preman kelas teri yang sangat perhatian ( Wahai.. para
perempuan… benarkah rumusnya selalu begitu…?). Kelucuannyapun
sebenarnya juga menggunakan ide ide lama dalam film film baik Hollywood
maupun Asia21_1

Kelucuan yang tidak berhenti sejak awal hingga akhir
ya adegan bagaimana miskomunikasi karena perbedaan bahasa (Ceritanya
ada seorang perempuan anak Bos Gangster Hongkong yang berbahasa Cina,
memiliki body guard para preman kelas teri yang berbahasa

Korea).Apalagi ada seorang penerjemah perempuan yang hampir selalu menerjemahkan sesuai dengan kepentingan dirinya.

Mungkin
memang menjadi rumus sebuah Film Komedi, Kekonyolan, Kebodohan akan
menjadi rumus umum sebuah Komedi yang akan mudah difahami sebagai
komedi universal. Dan juga cerita kekonyolan laki laki yang ‘harus’
merasa hero di depan perempuan, yang bagaimana beratnya seorang laki
laki harus mengakui kehebatan seorang perempuan. Sengaja atau tidak,
ada satu scene yang menyerang budaya patriakhi ketika ada penyataan anak buah bos preman kelas teri kepada perempuan penerjemah  di
awal film “ Di Rumah ini ada dua perempuan sehat, pantaskah aku harus
memasak ?” . Namun dia khir Film si preman itu malah menjadi pelayan ‘perempuan gangster’ dan ‘perempuan penerjemah’.

Benarkah
ketika seorang laki laki kalah dengan perempuan itu sebuah kelucuan ?
(Anehnya aku merasa iya…). Atau kelucuan itu timbul ketika ada fenomena
laki laki yang terus ‘jaim’ dihadapan perempuan yang sudah benar benar
telah mengalahkannya ? ( jujur..ini juga sangat lucu). Jadi,.. benarkah
laki laki adalah obyek sebuah kelucuan…? (kalau ini sepertinya…..)

Yang jelas, jalan jalan malam ini cukup memuaskan. Apalagi ada pengalaman yang mungkin hanya akan terjadi malam ini. Nonton Film di Bioskop dengan cemilan : Jagung Rebus. (Bukan karena Popcorn Mahal…., tapi demi menyelamatkan oleh-oleh yang dibawa Gindah ke ruang Website malam ini…)