
Laki-laki
itu pernah ‘berprestasi’ jadi pejuang yang cukup heroik untuk
mendapatkan hati seorang perempuan pujaannya. Beberapa kawan bahkan
memberinya predikat pejuang sejati. Tapi apapun predikatnya, tetep saja
dia menjadi sosok yang gagal mendapatkan perempuan pujaannya, karena
kemudian kenyataannya perempuannya menikah dengan orang lain.
Laki-laki
itu pernah ‘berprestasi’ menjadi laki-laki yang ‘dilamar’ seorang
karibnya yang sangat baik. Cantik dan Shalihah. Namun sayang, lamaran
ini datang pada waktu yang tidak tepat. Dia belum siap menikah dan kemudian karibnya yang dia sangat sayangi itu menikah dengan orang lain.
Dia
pernah berjuang meyakinkan seorang perempuan yang kemudian mengisi
hatinya. Dia yakin sekali bahwa inilah sosok yang dia akan pilih,
walaupun belum pernah bertemu. Dan inilah sosok cantik yang dia katakan
akan menjadi perempuan tercantik dalam hidupnya. Kali ini dia gagal
meyakinkan perempuannya…..
Laki-laki ini kemudian berfikir, dia masih yakin bahwa dalam hidup ini pasti ada ’jatah’
perempuan Cantik-Shalihah yang akan menjadi bagian hidupnya. Dan dia
kali ini memilih bersabar untuk menanyakan lagi kepada hatinya,
sesungguhnya mana perempuan cantik-shalihah yang akan menjadi bagian
dari hidupnya. Dan sama dengan banyak laki-laki dimana-mana, dia
bingung untuk menentukan perempuan Cantik-Shalihah mana yang harus dia
yakinkan kemudian.
Laki-laki
ini punya kriteria yang konon berstandar tinggi. Ini kata teman
–temannya. Padahal laki-laki ini hanya mencari kriteria perempuan
Cantik-Shalihah yang nyambung saja dengan hidupnya. Jadi, dia masih
tidak mengerti darimana kriteria tinggi itu dipandang teman-temannya.
Padahal kriteria nyambung yang diartikan laki-laki itu adalah sekedar
nyambung dalam obrolan tentang Film, obrolan tentang Naik Gunung, dan
obrolan tentang Novel-Novel. Itu saja…..gak ribet kan…?
Akhirnya laki-laki itu memilih untuk menunggu ’setrum’ menghampiri dia. Dia memilih pasif dan memilih ’tapa tunggu’. Tentu saja ’tapa tunggu’ untuk setrum Cantik-Shalihah yang nyambung dengan Film, Novel dan Gunungnya. Dan
dia yakin… Tuhan mengijinkan dia mengidealkan sosok
Cantik-Shalihah-Film-Novel dan Gunungnya itu berarti Tuhan akan
mengirimkannya cepat atau ’sedikit’ lambat (he..he..laki-laki itu tidak
mau menggunakan kata lambat, dia lebih senang menggunakan kata-kata
’sedikit’ lambat…).